Skip to main content
ITpengetahuan

bahaya memangku laptop

By July 26, 2012No Comments
Semakin lama pengguna Notebook atau sering disebut Laptop sekarang ini semakin banyak. Apalagi harganya semakin lama semakin terjangkau, dulu harganya yang sangat mahal dan tidak mampu untuk membelinya sekarang mudah untuk memilikinya.

Sebagai penggila teknologi tentunya laptop, kita harus mengetahui apa saja dampak-dampak yang akan terjadi jika kita salah menggunakannya. Terutama saat kita memangku laptop yang sangat lama, meski praktis menggunakan pahanya sebagai pengganti meja tetapi itu sangat berdampak buruk bagi kita sendiri, terutama bagi kesehatan kita masing-masing. Dan dampak tersebut telah di buktikan oleh peneliti di negara-negara lain.

Meski tidak menyebabkan kulit terbakar saat memangku laptop, tetapi efek radiasi saat memangku lapto sangat berbahaya. Radiasi tersebut dapat menyebabkan kulit menjadi gelap yang permanen atau yang disebut Toasted Syndrome dan dapat memacu kanker kulit. Toasted Syndrome biasanya di derita oleh pekerja yang tugasnya berdekatan dengan sumber panas, seperti pembuat kaca ataupun yang masak memasak misal pembuat roti.”Kulit yang gelap itu jika dilihat di bawah mikroskop mirip dengan kerusakan kulit akibat terlalu lama terpapar sinar matahari,” kata dr Kimberley Salkey, profesor dermatologi dari Eastern Virginia Medical School, AS. Maka dari itu kita dianjurkan tidak terlalu lama memangku laptop, karena laptop tersebut dapat menghasilkan energi panas.

Panas dari laptop bisa mencapai 50 derajat Celsius dan bisa meningkat diatas 90 derajat Celsius. Pada umumnya, panas laptop dihalau dari processor melalui heatsink dan diteruskan oleh kipas kecil.
     Pada tahun 2002, sebuah surat ke jurnal kesehatan The Lancet mengisahkan bagaimana seorang ilmuwan Swedia yang berusia 50 tahun telah membuat bagian intim dari tubuhnya terbakar setelah ia menggunakan laptop di pangkuan selama satu jam, tentu saja dengan berpakaian lengkap.
Dan ada lagi dampak buruk lainnya bagi laki-laki dapat menyebabkan pengurangan jumlah sperma dan bisa menyebabkan kemandulan.

“Pancaran panas laptop bisa meningkatkan temperatur kantung buah zakar secara signifikan,” ungkap pemimpin penelitian, Prof Yefim Sheynkin (Associate Professor of Urology di Stony Brook). Tetapi ia juga mengingatkan bahwa paparan berulang yang sering tidak akan memberi fungsi buah zakar untuk pulih sepenuhnya, yang bisa menyebabkannya cacat permanen. Ada juga keterkaitan dengan pernyataan berikut, dampak suhu tinggi terhadap kualitas sperma bersifat sementara, sehingga para calon ayah dianjurkan untuk tidak berendam di air panas, mandi sauna, atau memakai celana dalam ketat dan hangat bila mereka sedang merencanakan ingin memiliki anak dengan pasangannya. Pernyataan tersebut sangat bergantungan seperti laptop yang juga menyebabkan pengurangan jumlah atau aktifitas sperma.

Jadi pengguna teknologi seperti laptop harus berhati hati jika tidak ingin seperti itu. Jangan memangku laptop terlalu lama atau kita jangan pernah memangkunya. Jika ingin sehat dan kesuburan spermanya terjaga, maka ikutilah saran saya. Saling berbagi itu sangat menyenangkan, kasih tahulah teman anda jika ia memangku laptop dan jelaskan efeknya.

Terima kasih, jika artikel ini bermanfaat tolong Share kepada teman-teman anda dan klik like di samping window blog ini.
Happy blogging.

Leave a Reply